Langsung ke konten utama

TUGAS IBD 1

Dampak dari Masuknya Kebudayaan Barat ke Indonesia
            Arti kebudayaan dalam  bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Pengertian Kebudayaan secara umum adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat serta setiap kecakapan, dan kebiasaan.
Bisa juga diartikan sebagai segala hal yang kompleks, yang di dalamnya berisikan kesenian, kepercayaan, pengetahuan, hukum, moral, adat istiadat serta keahlian ataupun ciri khas lainnya yang diperoleh individu sebagai anggota dalam suatu masyarakat. Sedangkan arti kebudayaan menurut Koentjaraningrat adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil yang harus di depatkannya dengan belajar dan semua itu harus tersusun dalam kehidupan masyarakat.
Kebudayaan sangat erat dengan masyarakat, khususnya di Indonesia. Dalam teori masuknya budaya ke Indonesia, tidak hanya dapat mengubah cara berpakaian atau pola hidup saja, tapi juga pola pikir seseorang dan teknologi juga dapat terdoktrinisasi. kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Masuknya kebudayaan juga melekat erat dengan globalisasi. Menurut Edison A. Jamli dkk, pengertian globalisasi ialah sebuah proses yang muncul dari sebuah gagasan, yang kemudian ditawarkan agar diikuti oleh bangsa lain yang pada akhirnya akan sampai pada sebuah titik kesepakatan bersama dan menjadi panutan bersama bagi bangsa-bangsa yang berada di seluruh dunia.
Oleh sebab itu, peradaban kebudayaan pada daerah barat sangat berpengaruh besar pada dunia, karena kebudayaan di anggapnya adalah proses revolusi menuju dunia yang lebih maju. Bahkan negara timur yang terkenal berperadaban sangat mulia, kini lambat laun sudah mengikuti budaya barat.
Proses globalisasi berjalan sangat cepat, khususnya di Indonesia. Bahkan masyarakat Indonesia masih banyak yang belum siap dengan budaya asing yang masuk ke Indonesia (Culture Shock), sehingga masyarakat tidak mengingat citra bangsa Indonesia yang seharusnya menjaga norma serta nilai budaya yang sudah berlaku sejak zaman nenek moyang.
            Adanya penyerapan budaya luar yang secara cepat masuk ke Indonesia membuat ketimpangan nilai-nilai budaya dalam negeri, dan inilah yang dimaksud ketimpangan budaya. Terutama ketimpangan teknologi barat yang kini sudah merambah dunia. Seperti halnya orang yang sama sekali tidak bersekolah, jika kita berfikir yang logis, orang yang tidak bersekolah adalah orang yang tingkat pemikirannya lemah dan dominan tidak memikirkan efek sampingnya. Akibatnya, kebudayaan Indoenesia mengalami krisis.
 Ada banyak efek dalam judul ini. Menurut saya, yang pertama dengan masuknya teknologi yang semakin maju dizaman ini banyak orang  sekarang terbiasa melakukan apapun sendiri dikarenakan sudah dapat mengakses internet yang membuat mati disekelilingnya. Padahal seharusnya, citra seorang bangsa Indonesia adalah hidup dengan cara tolong menolong dan selalu musyawarah yang membuat kita tidak dapat bertatap wajah atau dengan cara bersilaturahmi antar tetangga.
Kedua, budaya yang masuk ke Indonesia selanjutnya adalah cara berpakaian kita sehari-hari. Seperti halnya remaja saat ini yang dominan berpakaian minim, berdandan kebarat-baratan dengan upaya ingin dipuji modis oleh orang lain. Padahal, pribadi bangsa Indonesia adalah mengenakan pakaian yang sopan. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya Indonesia dan menghargai jasa pahawannya. Menghargainya bukan hanya dengan cara berpartisipasi dalam peperangan, tetapi melawan penjajah yang  membuat bangsa ini bobrok pikiran dengan mengikuti trend masa kini.
Ketiga, sopan santun dan tatakrama kepada yang lebih tua juga sudah melemah. Jika kita memperhatikan di kebanyakan film Hollywood, jarang sekali ita menemukan adegan dimana anak mecium tangan atau memanggil panggilan “Ibu” pada scene-nya. Itulah yang membuat banyak pemuda yang memasabodokan hal itu dan dominan sudah di anggap lumrah.
Saya tahu, masuknya budaya luar itu sangat lumrah. Tak terkecuali masuk ke Indonesia. Tapi kita harus memilah yang bagaimana, yang harus kita terapkan di negeri ini. Jangan asal mengenakan tanpa tahu ilmunya.
Menurut saya, praktik budaya yang sifatnya  hanya memanjakan mata sesaat dapat membuat negara ini miskin akan generasi muda yang bersifat nasionalisme bahkan sangat tidak menghargai bangsa dan jasa pahlawannya. Lalu, mau jadi apa negara ini jika nantinya akan dipimpin oleh generasi meicin yang kemungkinan besar jika tidak ada perubahan, generasi tersebut akan bersikap anarkis dan miskin moral.
Seharusnya, masuknya budaya asing ke Indonesia kita sambut dengan pola pikir yang tidak pendek agar tidak menyalah gunakannya. Padahal, modernisasi ini sangat bagus bagi bangsa kita jika ditanggapi dengan penuh kehati-hatian tanpa harus menutup identitas bangsa sendiri. Apakah malu menjadi warga negara Indonesia? Kalau saya pribadi, sangat amat bangga lahir di Indonesia pada era millennial ini. Kenapa? Karena saya dapat mengapresiasikan bentuk penghargaan terhadap nenek moyang bangsa ini dengan cara saya sendiri sesuai dengan teknologi perkembangan zaman saat ini.


Sumber            : www.kompasiana.com
                           www.sepengetahuan.co.id
                           www.zonareferensi.com

Komentar