JAWABAN UTS EKONOMI UANG DAN BANK

 

Nama                          : Fema Dewita

NPM                           : 12218665

Kelas                          : 3EA09

Dosen Pengampuh    : Prof. Dr. Ir. Budi Hermana, MM. QIP, AAIJ

 

 

 

DAMPAK PEREKONOMIAN INDONESIA BERDASARKAN CIRCULAR FLOW INCOME

 

            Dampak perekonomian selama pandemi Covid19 dapat ditinjau melalui model Circular Flow Income, baik sektor rumah tangga, bisnis maupun pemerintah. Pertama, penulis akan menjelaskan dampak perekenomian selama Covid19 yang ditinjau dari rumah tangga. Pada rumah tangga, terdiri dari 4 anggota yaitu seoarang kepala keluarga atau ayah, ibu, dan kedua anak yang berbeda tingkatan pendidikannya. Contohnya seperti keluarga penulis yaitu Ayah penulis awalnya bekerja sebagai supervisor di salah satu perusahaan mobil ternama dunia, yaitu Honda. Sejak awal tahun 2020, automotif dunia khususnya mobil mengalami penurunan yang sangat drastis dan ayah penulis memutuskan untuk mengundurkan diri karena penghasilannya yang sangat minim, sehingga berdampak pula pada pengeluaran keluarga penulis yang harus dikurangi, namun kami bersyukur masih mempunyai tabungan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pandemi Covid19 juga berdampak positif bagi seorang seorang ibu yaitu menjadi lebih sering memasak di rumah untuk mengurangi pengeluaran selain itu juga untuk menjaga kebersihan anggota keluarga. Sedangkan dampak dari kedua anak mereka adalah sekolah menjadi di rumah atau daring dan lebih memanfaatkan teknologi gadget, sehingga memaksa kita untuk mengikuti perkembangan teknologi pada zaman sekarang. 

            Pandemi Covid19 juga berdampak pada sektor bisnis berskala besar, contohnya adalah pada perusahaan mobil Honda. Sejak awal tahun 2020 dimana pandemi Covid19 mulai ada di Indonesia, penjualan pada bidang automotif yaitu mobil merek Honda mengalami penurunan. Dilansir oleh DataKata, penurunan tersebut sekitar 30% dibanding dengan tahun lalu. Penurunan penjualan tersebut disebabkan oleh faktor karyawan dan pekerja buruh rakit pada pabrik dikurangkan sekitar 50% karena adanya pelaksanaan bekerja sesuai dengan protokol Covid19 yang berlaku di Indonesia bahkan di negara lain yang juga memasarkan produk mobil Honda. Faktor selanjutnya juga dipengaruhi oleh konsumen yang menurun karena banyak dari berbagai kalangan, pendapatan perekonomian seseorang juga menurun dan mengakibatkan lebih memilih menabung untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari, dibanding membeli mobil yang termasuk kategori barang mewah. Bahkan pandemi Covid19 ini, banyak karyawan yang mengundurkan diri atau mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) karena penghasilan yang minim, membuat pekerja atau karyawan lebih mencari pekerjaan lain dan karena perusahaan tidak mampu membayar seluruh gaji pekerja atau karyawannya.

            Selain bisnis dengan sektor besar, pandemik Covid19 juga berdampak pada sektor bisnis berskala kecil. Contohnya adalah Warung Makan Warteg. Penghasilan pada warung makan Warteg juga mengalami penurunan yang sangat jauh yang disebabkan karena, konsumen menjadi khawatir masalah kesehatan jika harus membeli makanan dari luar yang belum tentu terjaga kebersihannya, adanya penerapan protokol kesehatan Covid19 yang mengakibatkan konsumen yang berkunjung ke Warteg harus dikurangi sekitar 50%, dan makanan yang dijual menjadi tidak selalu habis karena konsumen yang tidak menentu. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga terjadi pada Warung Makan Warteg karena pemilik Warung Makan tersebut tidak mampu membayar gaji karywannya. Pemilik Warteg harus memutar otak bagaimana caranya agar bisa memaksimalkan penghasilan atau setidaknya dapat mendapat pendapatan lebih pada masa Covid19 ini agar bisa menutup modal yang telah digunakan.

            Sektor bisnis yang memiliki dampak lebih parah adalah sektor bisnis informal. Contohnya adalah penjual asongan, bengkel kecil, pedagang keliling dan pedagang kaki lima di sekitar Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor banyak mengalami penurunan pendapatan karena banyak masyarakat yang WFH (Work From Home) dan Local Distancing sehingga tidak keluar rumah dan tidak bisa sering membeli produk dan jasa yang dijajakan para pebisnis informal. Dampak yang di alami oleh pebisnis informal lebih memprihatinkan dibanding sektor bisnis lainnya, yaitu pebisnis informal mengalami penurunan pendapatan sekitar 90%, para pebisnis informal banyak yang menunggak pembayaran cicilan pinjamannya karena penghasilannya yang tidak bisa maksimal seperti saat sebeum pandemi Covid19, keterpurukan pebisnis informal dapat meningkatkan kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan ekonomi,

            Jika dalam sektor rumah tangga dan bisnis mengalami dampak pandemi Covid19, maka sudah pasti pemerintah juga mengalaminya bahkan leih besar dibanding sektor rumah tangga dan bisnis. Dampaknya adalah :

·       Pengangguran meningkat, karena banyaknya perusahaan yang melakukan (Pemutusan Hubungan Kerja) PHK kepada karyawannya

·         Perusahaan hanya merekrut karyawan yang mampu mengerjakan dua kegiatan sekaligus (Multitasking) karena perusahaan enggan membayar gaji karyawan lebih banyak.

·          Pariwisata di Indonesia juga menurun karena kunjungan yang semakin menurun, sehingga devisa pemerintah juga mengalami penurunan.

·       Bursa efek saham mengalami penurunan yang cukup drastis karena banyak sekali sektor yang mendapatkan imbas dari pandemi Covid19, sehingga kurs pada investasi perusahaan juga menurun.

Kesimpulannya, karena beberapa dampak yang telah disebutkan di atas menjadi besar, maka dampak akhir yang terjadi pada pemerintah yaitu mengakibatkan penurunan yang sangat besar, yaitu saat ini Indonesia sudah masuk kuartal ketiga yaitu sebesar 1,6%. Jika Indonesia terus mengalami minus, maka akan terjadi resesi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH “EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN”

MAKALAH “JENIS DAN BENTUK KOPERASI”

MAKALAH “EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA”