MAKALAH “EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA”
MAKALAH “EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA”
DISUSUN OLEH :
FEMA DEWITA
3EA09
MATA KULIAH : EKONOMI KOPERASI
DOSEN PENGAMPUH : Sudaryono, SE., MM.
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nikmat
sehat agar saya dapat menyelesaikan tugas makalah “EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI
DILIHAT DARI SISI ANGGOTA” ini tepat pada waktunya. Tujuan penulisan makalah
ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Koperasi yang di ampuh oleh
Bapak Sudaryono dan juga untuk menambah wawasan bagi para pembaca mengenai
materi tersebut.
Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Sudaryono selaku dosen
pengampuh mata kuliah Ekonomi Koperasi yang telah memberikan tugas ini sehingga
dapat menambah pengetahuan & wawasan sesuai dengan mata kuliah yang saya
tekuni.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi
sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Saya
menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi
kesempurnaan makalah ini.
Bogor, 13 Oktober 2020
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………i
DAFTAR ISI………………………………………………………………..ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Masalah………………………………………….4
2.
Rumusan
Masalah………………………………………………..4
3.
Tujuan
Penulisan…………………………………………………4
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Efek – Efek Ekonomis
Koperasi....………………………………5
2. Efek Harga dan Efek Biaya………,…………..………………….8
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan……………………………………………………….11
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………..10
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Usaha
koperasi adalah usaha yang berkaitan dengan kepentingan untuk meningkatkan
usaha dan kesejahteraan anggota koperasi, yang usahanya terutama diarahkan pada
bidang usaha, yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota baik untuk
menunjang usaha maupun kesejahteraanya. Pengelolaan usaha koperasi harus
dilakukan secara produktif, efektif dan efisien dalam arti koperasi harus
mempunyai kemampuan mewujudkan pelayanan usaha yang dapat meningkatkan
nilai tambah dan manfaat yang sebesar-besarnya pada anggota dengan tetap
mempertimbangkan untuk memperoleh sisa hasil usaha yang wajar. Hal tersebut
termuat dalam UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
Selain
untuk mensejahterakan tiap anggotanya usaha koperasi juga harus meningkatkan
usaha untuk mendapatkan keuntungan atau profit. Akumulasi keuntungan
tersebut digunakan untuk melayani kebutuhan anggota. Sehingga usaha koperasi
harus memperhatikan dua hal pokok yaitu usaha yang dijalankan selaras dengan
kebutuhan anggota dan tidak mengandung unsur pemberdayaan bagi usaha anggota
serta keuntungan usaha harus dialokasikan untuk anggota yang selaras
dengan jasa yang diberikan anggota pada usaha koperasi. Dengan demikian
koperasi dapat mencapai keberhasilan, dilihat dari efisiensi pengelolaan
usaha, efisiensi pembangunan, dan manfaat yang diperoleh anggota.
1.2.Rumusan Masalah
1.
Apa saja efek – efek ekonomis koperasi pada sisi anggota?
2.
Apa saja keberhasilan yang dilihat dari sisi anggota?
1.3.Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui efek – efek ekonomis koperasi pada sisi anggota.
2. Untuk mengetahui keberhasilan
dari sisi anggota.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Efek – Efek Ekonomis Koperasi
Salah satu hubungan penting
yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya
sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Motivasi ekonomi anggota
sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah di
serahkannya, apakah akan menguntungkan atau
tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas
pengadaan kebutuhan barang-jasa, akan menguntungkan atau tidaknya
pelayanan koperasi.
Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan
perusahaan koperasi:
·
Jika kegiatan
tersebut sesuai dengan kebutuhannya
·
Jika pelayanan itu
di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan di
banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.
Berhasilnya suatu
koperasi jika dilihat dari sisi anggota, antara lain yaitu dengan partisipasi
anggota tersebut di dalam koperasi, partisipasi anggota dapat dipandang dari
beberapa hal antara lain :
A. Partisipasi
dipandang dari sifatnya
Jika dipandang
dari segi sifatnya, partisipasi dapat berupa, partisipasi yang dipaksakan
(forced) dan partisipasi sukarela (voluntary). Jika
tidak dipaksa oleh situasi dan kondisi, partisipasi yang dipaksakan (forced)
tidak sesuai dengan prinsip koperasi keanggotaan terbuka dan sukarela serta
manajemen demokratis. Partisipasi yang sesuai pada koperasi adalah
partisipasi yang bersifat sukarela (voluntary).
B. Partisipasi
dipandang dari bentuknya
Dipandang dari sifat
keformalannya, partisipasi dapat bersifat formal (formal participation) dan
dapat pula bersifat informal (informal participation). Pada koperasi kedua
bentuk partisipasi ini bisa dilaksanakan secara bersama-sama.
C. Partisipasi
dipandang dari pelaksanaannya
Dipandang dari
segi pelaksanaannya, partisipasi dapat dilaksanakan secara langsung maupun
tidak langsung. Pada koperasi partisipasi langsung dan tidak langsung dapat
dilaksanakan secara bersama-sama tergantung pada situasi dan kondisi serta
aturan yang berlaku.
Partisipasi langsung dapat dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas koperasi
(membeli atau menjual kepada koperasi), memberikan saran-saran atau informasi
dalam rapat-rapat, memberikan kontribusi modal, memilih pengurus, dan
lain-lain.
Partisipasi tidak langsung terjadi apabila jumlah anggota terlampau banyak,
anggota tersebar di wilayah kerja koperasi yang terintegrasi, sehingga
diperlukan perwakilan-perwakilan untuk menyampaikan aspirasinya.
D. Partisipasi
dipandang dari segi kepentingannya
Dipandang dari segi kepentingannya partisipasi dalam koperasi dapat berupa partisipasi kontributis (contributif participation) dan partisipasi intensif (incentif participation). Kedua jenis partisipasi ini timbul sebagai akibat dari peran ganda anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagai pelanggan.
B.
Efek Harga dan Efek Biaya
Partisipasi
anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota
di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : Besarnya nilai manfaat
pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif.
Motivasi utilitarian sejalan
dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di maksud adalah
insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien,
atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya harga menguntungkan serta
penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk
barang.
Dilihat dari
peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang
ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota dengan harga
untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam
dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.
3. Analisis Hubungan Efek Ekonomis dengan Keberhasilan Koperasi
Dalam badan usaha
koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang di kejar oleh manajemen, melainkan
juga aspek pelayanan. Di tinjau dari
konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya
partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya.
Semakin tinggi partisipasi
anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang di terima oleh anggota.
Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi
anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis
koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tersebut.
4. Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan
Di sebabkan oleh
perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi,
terutama tantangantantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota
harus secara kontinu di sesuaikan. Ada dua faktor utama yang mengharuskan
koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya :
1). Adanya tekanan
persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
2). Perubahan kebutuhan
manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini
akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di
tawarkan oleh koperasi. Bila koperasi
mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih
besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap
koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan
informasi-informasi yang akan datang terutama dari
anggota koperasi.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Tujuan utama koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koperasi memiliki peran yang besar
di masyarakat. Jika banyak orang yang dapat mengambil kemanfaatan koperasi maka
ekonomi masyarakat pun akan kuat. Oleh karena itu tak heran jika koperasi
disebut sebagai tiang utama perekonomian di Indonesia. Evaluasi keberhasilan koperasi ini tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi badan usaha yang menjalankannya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
DAFTAR
PUSTAKA
·
Hasbi Adam. 2015. Contoh Makalah Evaluasi
Keberhasilan Koperasi. http://contoh-tulisan.blogspot.com/2015/01/contoh-makalah-evaluasi-keberhasilan.html.
13 Oktober 2020
·
Helda
Ernawati. 2014. MAKALAH EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT
DARI SISI ANGGOTA DAN SISI PERUSAHAAN. http://heldaernawati.blogspot.com/2014/11/makalah-evaluasi-keberhasilan-koperasi.html.
13 Oktober 2020
·
Vermita. 2016. Evaluasi Keberhasilan
Koperasi Dilihat Dari Sisi Anggota. https://marikitacariilmu.blogspot.com/2017/01/evaluasi-keberhasilan-koperasi-dilihat.html.
13 Oktober 2020
Komentar
Posting Komentar