MAKALAH KONSEP ALIRAN DAN SEJARAH KOPERASI - EKONOMI KOPERASI
DISUSUN OLEH :
FEMA DEWITA
3EA09
12218665
MATA KULIAH : EKONOMI KOPERASI
DOSEN PENGAMPUH : Bpk. SUDARYONO
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nikmat
sehat agar saya dapat menyelesaikan tugas makalah “ALIRAN DAN SEJARAH KOPERASI”
ini tepat pada waktunya. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas mata kuliah Ekonomi Koperasi yang di ampuh oleh Bapak Sudaryono dan juga
untuk menambah wawasan bagi para pembaca mengenai materi tersebut.
Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Sudaryono selaku dosen
pengampuh mata kuliah Ekonomi Koperasi yang telah memberikan tugas ini sehingga
dapat menambah pengetahuan & wawasan sesuai dengan mata kuliah yang saya
tekuni.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi
sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Saya
menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi
kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………i
DAFTAR ISI………………………………………………………………..ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Masalah………………………………………….4
2.
Rumusan
Masalah………………………………………………..5
3.
Tujuan
Penulisan…………………………………………………5
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Konsep Koperasi………………………………………………….6
2.
Aliran Koperasi…………………………………………………...7
3.
Sejarah Lahirnya Koperasi.……………………………………….9
4.
Berkembangnya Koperasi di
Indonesia…………………………..10
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan…………………………………………………….12
DAFTAR
PUSTAKA……………………………………………………..13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pemerintah Indonesia sangat berkepentingan dengan Koperasi. Koperasi di
Indonesia belum memiliki kemampuan untuk menjalankan peranannya secara efektif
dan kuat. Hal ini disebabkan Koperasi masih menghadapai hambatan struktural
dalam penguasaan faktor produksi khususnya permodalan. Dengan demikian masih
perlu perhatian yang lebih luas lagi oleh pemerintah agar keberadaan koperasi
yang ada di Indonesia bisa benar-benar sebagai soko guru perekonomian Indonesia
yang merupakan sistem perekonomian yang yang dituangkan dalam Undang-Undang
Dasar 1945.
Cita-cita koperasi memang sesuai dengan susunan kehidupan rakyat Indonesia. Meski selalu mendapat rintangan, namun Koperasi tetap berkembang. Seiring dengan perkembangan masyarakat, berkembang pula perundang-undangan yang digunakan. Perkembangan dan perubahan perundang-undangan tersebut dimaksudkan agar dapat selalu mengikuti perkembangan jaman. Sesuai latar belakang di atas maka penulis memilih judul tesis: “Kehidupan Koperasi di Indonesia”.
1.2. Rumusan Masalah
1. - Bagaimana
konsep dan aliran-aliran koperasi?
2. - Bagaimanakah
sejarah perkembangan koperasi di Indonesia?
1.3.
Tujuan Penulisan
1. - Untuk
mengetahui bagaimana konsep koperasi.
2. - Untuk
mengetahui apa saja aliran dalam koperasi.
3.
Untuk mengetahui
sejarah perkembangan koperasi di Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Konsep Koperasi
1.
Konsep Koperasi Barat
Konsep koperasi barat menyatakan bahwa koperasi
merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang
yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para
anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi
maupun perusahaan koperasi.
Persamaan kepentingan tersebut berasal dari
perorangan atau kelompok. Kepentingan bersama suatu kelompok keluarga atau
kelompok kerabat dapat diarahkan untuk membentuk atau masuk menjadi anggota
koperasi.
2.
Konsep Koperasi Sosialis
Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi
direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan di bentuk dengan tujuan
merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
3.
Konsep Koperasi Negara Berkembang
Konsep koperasi Negara berkembang ialah konsep
koperasi yang sudah berkembang dan memiliki ciri tersendiri, dengan adanya
campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya. Adanya campur
tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan koperasi di Indonesia
membuatnya mirip dengan konsep sosialis. Perbedaanya, tujuan koperasi dalam
konsep sosialis adalah untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan
kolektif, sedangkan koperasi di Negara berkembang seperti di Indonesia,
tujuanya adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.
B.
Aliran Koperasi
Di dalam suatu koperasi terdapat berbagai macam
aliran koperasi. Aliran koperasi menurut Paul Hubert terbagi menjadi 3 macam
yaitu:
1.
Aliran Yardstick
Didalam aliran ini pemerintah tidak ikut campur
tangan dalam kegiatan koperasi. Aliran ini pada umumnya dapat dijumpai di
negara-negara yang beridiologi kapitalis atau yang menganut sistem perekonomian
liberal. Menurut aliran ini, koperasi menjadi kekuatan untuk mengimbangi,
menetralisir, dan mengoreksi berbagai masalah yang ditimbulkan sistem
kapitalisme. Hubungan pemerintah dalam aliran ini bersifat netral. Pemerintah
tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di
tengah-tengah masyarakat, maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota
koperasi sendiri. Aliran ini mempunyai pengaruh sangat kuat, terutama
dinegara-negara barat dimana industri berkembang dengan pesat. Seperti di AS,
Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda, dll.
2.
Aliran Sosialis
Berbanding terbalik dengan Aliran Yardstick, di
Aliran Sosialis ini pemerintah ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi.
Campur tangan pemerintah ini menyebabkan hilangnya otonomi koperasi. Menurut
aliran sosialis, koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif dan
efisien untuk mensejahterakan masyarakat. Selain itu juga sebagai alat
menyatukan rakyat dengan organisasi koperasi. Aliran ini dapat dijumpai di
Negara Eropa Timur dan rusia.
3.
Aliran Persemakmuran (Commonwealth)
Aliran persemakmuran ini sebagai wadah ekonomi
rakyat berkedudukan strategis dan memegang peran utama dalam struktur
perekonomian masyarakat. Hubungan pemerintah dangan koperasi bersifat
“Kemitraan (Partnership)”, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya
agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik. Maka sistem aliran ini
sebagai alat yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi
masyarakat.
C.
Sejarah Lahirnya Koperasi
Sejarah
koperasi bermula pada abad ke-20, pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang
tidak spontan. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam
lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin
memuncak.
·
1771
– 1858 koperasi berkembang di New Lanark, Skotlandia dipelopori oleh Robert
Owen. Yang menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas.
·
1786
– 1865 koperasi berkembang di Brighton, Inggris di pelopori oleh Wilian King
mendirikan toko kopersi.
·
1896
di London terbentuklah ICA (International Cooperative Alliance) maka koperasi
telah menjadi suatu gerakan internasional
D.
Berkembangnya Koperasi di Indonesia
Awalnya
koperasi didirikan dengan gagasan Robert Owen (1771-1858), yang menerapkannya
pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia. Pada tahun
1786–1865 Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King
dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 Mei 1828, King
menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai
gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan
prinsip koperasi. Melalui gerakan ini akhirnya koperasi berkembang di
negara-negara lainnya,seperti Indonesia
Di
Indonesia sendiri awalnya koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria
Wiriatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896 dengan mendirikan
koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan
rentenir. Dalam mendirikan koperasi tersebut beliau menggunakan uang pribadinya
untuk modal koperasi. Koperasi tersebut lalu berkembang pesat dan akhirnya
ditiru oleh Boedi Oetomo dan SDI. Namun pada saat itu koperasi sempat mengalami
kendala yang menyebabkan banyak koperasi yang berjatuhan karena tidak mendapat
izin koperasi dari belanda,Akan tetapi pada tahun 1933 koperasi menjamur
kembali bersamaan dengan dikeluarkannya UU yang mirip UU no. 431 sehingga
mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki
Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini
berjalan mulus.
Setelah
Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia
mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Sejak dikenalkannya
koperasi pada tahun 1896 akhirnya koperasi berkembang dari waktu ke waktu
sampai sekarang.
Kemudian pada tahun 1908 Boedi Oetomo menganjurkan berdirinya koperasi untuk keperluan rumah tangga. Demikian pula Sarikat Islam yang didirikan tahun 1911 juga mengembangkan koperasi yang bergerak di bidang keperluan sehari-hari dengan cara membuka toko – toko koperasi. Perkembangan yang pesat dibidang perkoperasian di Indonesia yang menyatu dengan kekuatan social dan politik menimbulkan kecurigaan Pemerintah Hindia Belanda. Oleh karenanya Pemerintah Hindia Belanda ingin mengaturnya tetapi dalam kenyataan lebih cenderung menjadi suatu penghalang atau penghambat perkembangan koperasi.
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Koperasi didirikan
karena penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh
sistem kapitalisme yang semakin memanas. Hal itu menyebabkan munculnya ide-ide
perkoperasian diperkenalkan pertama kali oleh Patih di Purwokerto, Jawa Tengah,
R. Aria Wiraatmadja pada tahun 1896. Pada tanggal 12 juli 1947, pergerakan
koperasi di Indonesia mengadakan konggres koperasi yang pertama di Tasikmalaya.
Tanggal dilaksanakannya konggres ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Koperasi merupakan
asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar
prinsip-prinsip koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan
biaya rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis
oleh anggotanya.
Lambang koperasi Indonesia dalam bentuk gambar bunga yang memberi kesan akan
perkembangan dan kemajuan terhadap perkoperasian di Indonesia. Koperasi
didirikan untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Koperasi menyediakan
kebutuhan setiap anggotanya dengan harga terjangkau. Koperasi berasaskan
kekeluargaan dan kegotongroyongan. Masyarakat ikut serta menjadi anggota
koperasi di dalamnya. Modal koperasi di dapatkan dari modal sendiri maupun
modal pinjaman. Dengan adanya koperasi, kesejahteraan rakyat akan meningkat.
DAFTAR
PUSTAKA
· - Ginayuputri. 2015.
Konsep, Aliran dan Sejarah Koperasi. https://ginayuputri.wordpress.com/2015/10/02/konsep-aliran-dan-sejarah-koperasi/.
29 September 2020
· - Denicha Alviana
Natalie. 2014. Konsep, Aliran dan Sejarah Koperasi. https://denichaalviana.wordpress.com/2014/11/01/konsep-aliran-dan-sejarah-koperasi/.
29 September 2020
k
jj
Komentar
Posting Komentar