Perspektif COVID19

 Nama : Fema Dewita 

NPM : 12218665

kelas : 3EA09


ARTIKEL


Indonesia telah dilanda wabah virus corona semenjak bulan Januari 2020. Virus ini tergolong berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Virus ini berasal dari pasar Wuhan, China yang banyak menjual hewan liar bebas dan tidak sepantasnya untuk di konsumsi manusia dengan kebersihan yang juga kurang terjamin. Untuk di kota Wuhan, China, wabah virus ini sudah terjadi semenjak September 2019. Awalnya, tidak ada satupun warga dunia yang dapat berfikir bahwa virus ini dapat keluar dari negara China, karena di China sendiri – pun sudah di lockdown oleh pemerintahnya. Orang yang mengidap virus tersebut mempunyai gejala demam tinggi, flu yang berkepanjangan, dan pneumonia.

Virus ini cepat menyebar melalui kontak fisik dan udara oleh seseorang yan mengidapnya. Salah satu negara yang mempunyai statistic tinggi coronavirus adalah Jepang. Namun entah mengapa, ada saja kebobolan terjadi. Ada beberapa warga negara Jepang yang melakukan perjalanan udara ke Indonesia dan berhasil lolos dari pemeriksaan, yang sebenarnya mereka mengidap virus tersebut. Di duga, warga negara Jepang tersebut sempat meminum obat penurun panas, sehingga suhu tubuhnya rendah dan petugas tidak menyadari bahwa mereka terpapar coronavirus.

Perjalanannya ke Indonesia bertujuan untuk hadir dalam pesta dansa bersama komunitasnya yang berada di Indonesia. Sampai akhirnya, semua orang yang hadir dalam acara tersebut ditetapkan sebagai ODP (Orang dalam Pengawasan) dan ketika mengadakan pemeriksaan lebih lanjut atau yang dikenal sebagai Test SWAB atau Rapid Test sudah ada yang positif coronavirus. Statistik kejadian ini di Indonesia terjadi sangatlah cepat. Dalam 2 hari saja sudah bertambah sekitar kurang lebih 500 orang.

Pemerintah setempat dengan tegas memutus tali mata rantai penyebaran coronavirus dengan menutup jalan yang biasanya di gunakan (lockdown), menyediakan banyak alat kebersihan seperti masker, handsanitizer, sabun cuci tangan atau sarung tangan. Awalnya pemberlakuan lockdown di tetapkan pemerintah pusat selama 2 minggu. Karena dengan 2 minggu, kita dapat memperhatikan tubuh kita apakah ada gejala – gejala yang timbul dari dalam diri atau tidak. Namun nyatanya, lockdown yang hanya berlangsung sebentar itu tidak di taati warga negara, sehingga lockdown di perpanjang sampai waktu yang telah di tentukan.

Untuk saat ini, masa lockdown di beberapa daerah sudah selesai. Tahap selanjutnya adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat lagi dan tetap social distancing terhadap orang lain atau istilahnya disebut sebagai new normal (normal baru). Kita harus mengubah kebiasaan hidup dengan yang lebih baik lagi. Bagi yang terbiasa langsung makan tanpa cuci tangan terlebih dahulu, sekarang harus mencuci tangannya dahulu, atau seperti yang terbiasa menggunakan alat ibadah yang tersedia saja, sekarang harus menyiapkan alat ibadahnya masing – masing dan selalu menggunakan masker, menyiapkan alat makan sendiri, bahkan membiasakan diri untuk tidak kontak fisik dengan orang lain.

Dengan diberlakukannya new normal, di harapkan dapat memutuskan mata rantai wabah coronavirus yang ada di Indonesia, masyarakat juga dapat beraktifitas seperti biasa, anak – anak dapat kembali belajar di sekolah masing – masing, serta dapat meningkatkan pendapatan perkapita dan menaikkan perekonomian Indonesia seperti semula.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH “EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN”

MAKALAH “JENIS DAN BENTUK KOPERASI”

MAKALAH “EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA”