KONDISI PENDIDIKAN DI INDONESIA
Fema
Dewita (12218665)
3EA09
Pendidikan merupakan hak
setiap warga negara, namun masih ada beberapa dari mereka yang belum
mendapatkan hak tersebut. Hingga saat ini, peluang terbesar untuk memperoleh
akses pendidikan yang baik hanya anak orang kaya dan pintar. Dengan bermodalkan
kemampuan ekonomi yang lebih dari cukup, didukung dengan kemampuan berpikir
tinggi, menjadi faktor pendukung untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih
baik. Mereka berpeluang besar memasuki sekolah-sekolah elit, berkualitas,
berstandar nasional, bahkan internasional. Hal ini menciptakan lingkungan
belajar-mengajar yang kondusif, karena ditunjang dengan kualitas anak didik
yang punya daya pikir tinggi. Selain itu, tersedianya sarana prasarana
yang lengkap membantu untuk mewujudkan pendidikan yang mapan. Pada saat
sekarang pendidikan yang ada di Indonesia berbentuk sistem pasar yaitu bagi
mereka yang memiliki uang banyak maka mereka akan mendapatkan pendidikan yang
layak.sebenarnya hal tersebut tidak boleh terjadi.
Penyebab rendahnya mutu pendidikan
di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan
standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di
Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu
1).
Rendahnya sarana fisik,
2).
Rendahnya kualitas guru,
3).
Rendahnya kesejahteraan guru,
4).
Rendahnya prestasi siswa,
5).
Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,
6).
Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan,
7). Mahalnya biaya pendidikan.
Telah dipahami oleh para pendidik bahwa misi pendidikan adalah mewariskan ilmu dari generasi ke generasi selanjutnya. Jangan sampai generasi itu terputuskan dengan begitu saja. Ilmu yang dimaksud antara lain: pengetahuan, tradisi, dan nilai-nilai budaya (keberadaban). Secara umum penularan ilmu tersebut telah di emban oleh orang-orang yang terbeban terhadap generasi selanjutnya. Mereka diwakili oleh orang yang punya visi kedepan, yaitu menjadikan generasi yang lebih baik dan beradab. Betapa sangat pentingnya pendidikan ini negara-negara yang majupun tentunya tidak akan terlepas dari peran pendidikan. Berbicara tentang pendidikan ini Dalam UUD pasal 31 ayat 1 dan 2 sudah jelas yaitu bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, negara juga mempriorotaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD. Pertanyaanya, sudahkah semua anak bangsa mendapatkan haknya? Melihat fakta saat ini, di Indonesia setiap tahunnya lebih dari 1,5 juta anak sekolah tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Perkembangan dunia di era
globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan kesistem pendidikan nasional
yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. Salah
satu cara yang harus di lakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan
dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya
terlebih dahulu.Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya
manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa
ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional.
Solusi lainnya
adalah dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem
pendidikan. Seperti sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi.
Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, yang berprinsip antara lain
meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk
pendanaan pendidikan. Menyangkut perihal pembiayaan seperti rendahnya sarana
fisik, kesejahteraan guru, dan mahalnya biaya pendidikan berarti menuntut juga
perubahan sistem ekonomi yang ada. Akan sangat kurang efektif kita menerapkan
sistem pendidikan Islam dalam atmosfer sistem ekonomi kapitalis yang kejam.
Maka sistem kapitalisme saat ini wajib dihentikan dan diganti dengan sistem
ekonomi Islam yang menggariskan bahwa pemerintah-lah yang akan menanggung
segala pembiayaan pendidikan negara.Rendahnya kualitas guru, misalnya, di
samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan
membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan
memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya
prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan
kuantitas materi pelajaran bukan dengan meningkatkan jam belajar yang
berlebihan karena setiap pelajar memiliki kemampuan yang berbeda dan sudah
banyak di penuhi pembelajaran di luar sekolah, tetapi harus juga meningkatkan
alat-alat, sarana dan prasarana pendidikan, dll.
Komentar
Posting Komentar