MAKALAH “PEMBANGUNAN KOPERASI (LANJUTAN)”
MAKALAH “PEMBANGUNAN KOPERASI (LANJUTAN)”

DISUSUN OLEH :
FEMA DEWITA
3EA09
MATA KULIAH : EKONOMI KOPERASI
DOSEN PENGAMPUH : Sudaryono, SE., MM.
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nikmat
sehat agar saya dapat menyelesaikan tugas makalah “PEMBANGUNAN KOPERASI (LANJUTAN)”
ini tepat pada waktunya. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas mata kuliah Ekonomi Koperasi yang di ampuh oleh Bapak Sudaryono dan juga
untuk menambah wawasan bagi para pembaca mengenai materi tersebut.
Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Sudaryono selaku dosen
pengampuh mata kuliah Ekonomi Koperasi yang telah memberikan tugas ini sehingga
dapat menambah pengetahuan & wawasan sesuai dengan mata kuliah yang saya
tekuni. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi
kesempurnaan makalah ini.
Bogor, 23 November 2020
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………i
DAFTAR ISI………………………………………………………………..ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Masalah………………………………………….4
2.
Rumusan
Masalah………………………………………………..4
3.
Tujuan
Penulisan…………………………………………………4
BAB II
PEMBAHASAN
1. Faktor
Yang Mendukung Koperasi…...…………………………5
2.
Faktor Yang Menghambat Koperasi……………………….........8
3. Dampak
Koperasi Terhadap Proses Pembangunan Sosial Ekonomi
……………………………………………………………………
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan……………………………………………………….10
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………...…………..11
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sejarah singkat gerakan koperasi
bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak
spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh
dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang
ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang
penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh
penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri
untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
Koperasi mempunyai kedudukan yang
kuat dan sangat penting di dalam sistem perekonomian nasional Indonesia, karena
koperasi merupakan guru perekonomian Indonesia, hal tersebut sebagaimana yang
tercantum dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi “Perekonomian disusun
sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Pasal tersebut secara
implisit menunjukan bahwa kedudukan koperasi sangat penting, karena koperasi
merupakan badan usaha yang berdasarkan azas kekeluargaan tersebut. Sehingga
koperasi diyakini dapat diandalkan untuk menopang perekonomian Indonesia.
B. Rumusan Masalah
1. Apa
saja faktor yang mendukung koperasi?
2. Apa
saja faktor yang menghambat koperasi?
3. Apa
dampak koperasi terhadap proses pembangunan sosial ekonomi?
4. Bagaimana
koperasi sebagai sarana kebijakan pembangunan nasional?
B. Tujuan Penelitian
1. Untuk
mengetahui faktor yang mendukung koperasi.
2. Untuk
mengetahui faktor yang menghambat koperasi.
3. Untuk
mengetahui dampak koperasi terhadap proses pembangunan sosial ekonomi.
4. Untuk
mengetahui koperasi sebagai sarana kebijakan pembangunan nasional.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Faktor yang Mendukung Koperasi
Prakarsa masyarakat luas kurang
berkembang dan kalau ada tidak diberikan tempat semestinya. Selama ini
“koperasi” dikembangkan dengan dukungan pemerintah dengan basis sektor-sektor
primer dan distribusi yang memberikan lapangan kerja terbesar bagi penduduk
Indonesia. Bahkan koperasi secara eksplisit ditugasi melanjutkan program yang
kurang berhasil ditangani langsung oleh pemerintah bahkan bank pemerintah,
seperti penyaluran kredit BIMAS menjadi KUT, pola pengadaan beras pemerintah,
TRI dan lain-lain sampai pada penciptaan monopoli baru (cengkeh).Sehingga nasib
koperasi harus memikul beban kegagalan program, sementara koperasi yang
berswadaya praktis tersisihkan dari perhatian berbagai kalangan termasuk para
peneliti dan media masa. Dalam pandangan pengamatan internasional Indonesia
mengikuti lazimnya pemerintah di Asia yang melibatkan koperasi secara terbatas
seperti disektor pertanian (Sharma, 1992).
Di manapun baik di negara berkembang
maupun di negara maju kita selalu disuguhkan contoh koperasi yang berhasil,
namun ada kesamaan universal yaitu koperasi peternak sapi perah dan koperasi
produsen susu, selalu menjadi contoh sukses dimana-mana. Secara spesial
terdapat contoh yang lain seperti produsen gandum di daratan Australia,
produsen kedele di Amerika Utara dan Selatan hingga petani tebu di India yang
menyamai kartel produsen. Keberhasilan universal koperasi produsen susu, baik
besar maupun kecil, di negara maju dan berkembang nampaknya terletak pada
keserasian struktur pasar dengan kehadiran koperasi, dengan demikian koperasi
terbukti merupakan kerjasama pasar yang tangguh untuk menghadapi ketidakadilan
pasar. Corak ketergantungan yang tinggi kegiatan produksi yang teratur dan
kontinyu menjadikan hubungan antara anggota dan koperasi sangat kukuh. Secara khusus
pemerintah memerankan fungsi “regulatory” dan “development” secara sekaligus
(Shankar 2002).
Ciri
utama perkembangan koperasi di Indonesia adalah dengan pola penitipan kepada
program yaitu :
i.
Program pembangunan secara sektoral seperti koperasi pertanian, koperasi desa, KUD;
ii.
Lembaga-lembaga pemerintah dalam koperasi pegawai negeri dan koperasi
fungsional lainnya;
iii.Perusahaan
baik milik negara maupun swasta dalam koperasi karyawan.
B. Faktor yang Menghambat Koperasi
Ada tiga hambatan eksternal utama
yang dapat mempengaruhi perkembangan koperasi, yakni sebagai berikut :
1) Keterlibatan
pemerintah yang berlebihan (yang sering kali karena desakan pihak donor).
2) Terlalu
banyak yang diharapkan dari koperasi atau terlalu banyak fungsi yang dibebankan
kepada koperasi melebihi fungsi atau tujuan koperasi sebenarnya.
3) Kondisi
yang tidak kondusif, seperti distorsi pasar, kebijakan ekonomi seperti misalnya
kebijakan proteksi yang anti-pertanian, dan sebagainya.
4) Kurangnya
kerjasama pada bidang ekonomi dari masyarakat kota sehingga koperasi semakin
terkucilkan
Sedangkan,
hambatan internal adalah :
1) Termasuk
keterbatasan anggota atau partisipasi anggota
2) Kinerja
anggotanya yang kurang berkompeten
3) Isu-isu
struktural
4) Perbedaan
antara kepentingan individu dan kolektif
5) Lemahnya
manajemen koperasi
6) Rendahnya
tingkat kecerdasan rakyat Indonesia
7) Kurangnya
dedikasi pengurus terhadap kelangsungan hidup koperasi
8) Kurangnya
Modal Kerja
Selain
itu terdapat beberapa hal yang menyebabkan sulitnya perkembangan Koperasi di
Indonesia,antara lain :
a) Image
koperasi sebagai ekonomi kelas dua masih tertanam dalam benak orang-orang
Indonesia sehingga, menjadi sedikit penghambat dalam pengembangan koperasi
menjadi unit ekonomi yang lebih besar, maju dan punya daya saing dengan
perusahaan-perusahaan besar.
b) Perkembangan
koperasi di Indonesia yang dimulai dari atas (bottom up) tetapi dari atas (top
down), artinya koperasi berkembang di indonesia bukan dari kesadaran
masyarakat, tetapi muncul dari dukungan pemerintah yang disosialisasikan ke
bawah. Dalam hal ini seharusnya, pemerintah bekerja double selain mendukung
juga harus mensosialisasikanya dulu ke bawah sehingga rakyat menjadi mengerti
akan manfaat dan tujuan dari koperasi.
c) Tingkat
partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi yang
belum optimal. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu
hanya untuk melayani konsumen seperti biasa, baik untuk barang konsumsi atau
pinjaman. Artinya masyarakat belum tahu esensi dari koperasi itu sendiri, baik
dari sistem permodalan maupun sistem kepemilikanya. Keadaan seperti ini tentu
sangat rentan terhadap penyelewengan dana oleh pengurus, karena tanpa
partisipasi anggota tidak ada kontrol dari anggota nya sendiri terhadap
pengurus.
d) Manajemen
koperasi yang belum profesional, ini banyak terjadi di koperasi koperasi yang
anggota dan pengurusnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah.
e) Pemerintah
terlalu memanjakan koperasi, ini juga menjadi alasan kuat mengapa koperasi
Indonesia tidak mengalami kemajuan. Selain merugikan pemerintah bantuan seperti
ini pula akan menjadikan koperasi tidak bisa bersaing karena terus terusan
menjadi benalu negara. Seharusnya pemerintah mengucurkan bantuan dengan sistem
pengawasan yang baik, walaupun bentuk dananya hibah yang tidak perlu
dikembalikan. Dengan pengawasan dan bantuan akan membantu koperasi menjadi
lebih profesional, mandiri dan mampu bersaing.
f) Prinsip
koperasi Rochdale bagian kerjasama dan sukarela serta terbuka , tidak
dijalankan dengan baik di Indonesia, karena koperasi Indonesia bersifat tertutup
dan terjadi pengkotak kotakan. Keanggotaan koperasi hanya berlaku untuk yang
seprofesi saja dan menyebabkan pergerakan koperasi tidak maksimal, walaupun
sudah di bentuk koperasi sekunder tetapi belum mampu menyatukan kerja sama
antar koperasi yang berbeda beda jenis.
C. Dampak Koperasi Terhadap Proses
Pembangunan Sosial Ekonomi
Dampak
Mikro dari suatu Koperasi
· Dampak
mikro yang bersifat langsung terhadap para anggota dan perekonomiannya, yang
timbul dari peningkatan jasa pelayanan perusahaan koperasi dan dari
kegiatan-kegiatan kelompok koperasi. Jika pelayanan tersebut diterima oleh
anggota dapat; 1.Menerapkan metode-metode produksi yang inovatif, yang
memungkinkan peningkatan produktivitas dan hasil produksi keseluruhannya dalam
jumlah yang besar, 2.Melakukan diversivikasi atau spesialisasi dalam proses
produksinya.
· Dampak
mikro yang bersifat tidak langsung terhadap lingkungan organisasi kopersi dapat
secara serentak memberikan kontribusi pada perkembangan social dan ekonomi.
Dampak-dampak persaingan dari koperasi; pembentukan suatu perusahaan koperasi
dalam situasi pasar yang ditandai oleh persaingan, akan memaksa para pesaing
lainnya untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan mereka.
Dampak
Makro dari Organisasi Koperasi, ada empat kontribusi dalam beberapa bidang:
· Politik,
Kontribusi-kontribusi yang potensial terhadap pembangunan “politik”, sejumlah
harapan dari dampak belajar para anggota koperasi, yang berpartisipasi secara
aktif dalam lembaga-lembaga kopersi yang diorganisasi secara demokratis.
· Sosial,
Kontribusi-kontribusi yang potensial terhadap pembangunan “social budaya”.
Wadah ini sebagai perkumpulan yang bersifat sukarela dalam proses pembangunan
dari bawah diharapkan akan bertitik tolak dari struktur social yang ada, dan
akan merangsang inovasi-inovasi tertentu yang dapat mengubah masyarakat
tradisional tanpa merusaknya.
· Ekonomi
Sosial, Jika koperasi berhasil meningkatkan pelayanannya secara efisiensi bagi
para anggotanya yang secara social ekonomis “lemah” dan “miskin”, maka ia telah
memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap proses integrasi ekonomi dan
social.
· Ekonomi
Kontribusi-kontribusi
yang potensial terhadap pembangunan ekonomi :
a) Perubahan
secara bertahap perilaku para petani dan pengusaha kecil dan menengah yang
semula berpikir tradisional menjadi termotivasi dan akan memperoleh kesempatan
untuk memanfaatkan sumber dayanya sendiri
b) Diversivikasi
struktur produksi, perluasan usaha pengadaan bahan makanan dari bahan mentah
c) Peningkatan
pendapatan dan perbaikan situasi ekonomi para petani, pengrajin, dan pekerja
lepas dapat mengurangi kemiskinan di pedesaan.
d) Peningkatan
kegiatan pembentukan modal dan perbaikan “modal manusia” melalui pendidikan
latihan manajer, karyawan, dan anggota.
e) Transformasi
secara bertahap para petani yang orintasinya pada pemenuhan kebutuhan dasar ke
dalam suatu system ekonomi yang semakin berkembang, melalui pembagian kerja dan
spesialisasi yang semakin meningkat.
f) Pengembangan
pasar, perbaikan stuktur pasar, perilaku pasar dan prestasi pasar, dan
persaingan semakin efektif akan memperbaiki koordinasi yang saling membantu
dari berbagai rencana ekonomi konsumen dan produsen berbagai barang dan jasa.
2.4
Koperasi Sebagai Sarana Kebijakan Pembangunan Nasional
Jika
dilihat dari segi pandangan pemerintah yang mendukung pengembangan koperasi hal
tersebut tidak dianggap sebagai sasaran akhir dalam rangka melaksanakan
kebijakan pembangunan nasional. Ada tiga perbedaan penting mengenai koperasi
sebagai sarana pemerintah, sebagai sarana swadaya yang otonom dari para anggota
dan koperasi yang diawasi Negara :
a. Koperasi
sebagai sarana atau alat pemerintah, di mana pemerintah mempengaruhi atau
mengawasi organisasi ini secara langsung dan secara administrasi untuk
melaksanakantugas-tugas khusus dan kegiatan-kegiatan tertentu dalam rangka
menerapkan kebijakan dan program pembangunan.
b. Koperasi
dipertimbangkan pemerintah sebagai alat swadaya para anggotanya, dan
mencobamempengaruhi secara tidak langsung agar menunjang kepentingan para
anggotanya dan untuk merangsang timbulnya dampak-dampak yang berkaitan dengan
pembangunan.
c. Koperasi
diawasi Negara, di mana pengaruh administrasi pemerintah secara langsung
terhadap penetapan tujuan dan pengambilan keputusan usaha pada
organisasi-organisasi koperasi sering diterapkan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Awalnya keberadaan koperasi itu
hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok para anggotanya, sehingga hanya ada
koperasi konsumsi atau single
purpose. Namun dalam perkembangannya fungsi koperasi menjadi bermacam-macam
antara lain sebagai tolak ukur kegiatan usaha, sebagai bentuk usaha baru, dan
sebagai alternatif kegiatan usaha. Koperasi ada keberadaannya. Maka dari itu,
koperasi harus menjadi alternatif membangun, memajukan, dan mensejahterakan
masyarakat. Jika kita mengetahui titik awal dan tingkat elevasi yang dihadapi
dalam dan bagi pembangunan koperasi, maka akan dapat diketahui langkah
strategis sistematis dan traktis operasionalnya dalam mewujudkan koperasi
sebagai lembaga pembangunan yang bermanfaat bagi masyrakat, bangsa dan negara
pada saat kini dan masa yang akan datang. Hal ini jugs berkonsekuensi untuk
merumuskan kembali strategi pembangunan koperasi sebagi suatu kewajiban dengan
mempertimbangkan reabilitas dan kelayakannya dalam sistema pembangunan koperasi.
DAFTAR PUSTAKA
Adinda Fitria Cendikiawati. 2018.
Makalah Ekonomi Koperasi Minggu 1 (Konsep Koperasi). https://adindafitriacendikiawati.blogspot.com/2018/10/makalah-ekonomi-koperasi-minggu-1.html.
23 November 2020
Yulyanti Angger Elfita dan Agus
Rukmana. Makalah Pembangunan Koperasitirai Pembangunan Koperasi. https://www.academia.edu/37748760/MAKALAH_PEMBANGUNAN_KOPERASI_TIRAI_PEMBANGUNAN_KOPERASI.
23 November 2020
M. Fahmi. Mulki. 2014. Makalah Pembangunan
Koperasi "Perkembangan Koperasi Simpan Pinjam Di Indonesia". https://www.academia.edu/10030551/MAKALAH_PEMBANGUNAN_KOPERASI_Perkembangan_Koperasi_Simpan_Pinjam_Di_Indonesia_.
23 November 2020
Ignatius
Engga. 2018. Peranan Koperasi Dalam Pembangunan Ekonomi. https://docplayer.info/68760840-Universitas-gunadarma-ekonomi-koperasi.html.
10 November 2020
Komentar
Posting Komentar