Berpikir Dibawah Tekanan
Fema Dewita (12218665)
3EA09
Berpikir adalah suatu proses alami
yang pasti bisa dilakukan oleh setiap orang sejak dia lahir sampai akhir
hidupnya. Tiada hari tanpa berpikir, saat berjalan, kita berfikir kemana kita
akan pergi, berbicara? Kita berpikir apa yang ingin kita bicarakan, kita
berpikir hampir setiap waktu, selama kita masih sadar, bahkan saat tidur sekali
pun saat kita bermimpi, itu juga merupakan akibat dari kita berpikir sehari-hari
atas apa yang tidak bisa dicapai dalam kondisi sadar, dan di realisasikan ke
dalam mimpi.
Berbicara tentang berpikir, mungkin
kita lebih sering berpikir dalam kondisi santai, senggang, atau hanya mengisi
waktu dengan lamunan masa depan. Lalu bagaimana saat kita di dalam kondisi
tertekan dan kita dipaksa untuk berpikir? Apa yang terjadi? Lantas apa yang
harus kita lakukan?. Berikut merupakan beberapa hal yang memaksa kita untuk
berpikir di bawah tekanan.
1. Saat
deadline
Menumpuk
tugas karena malas mengerjakannya, dan tiba-tiba saat deadline datang langsung
melakukan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam) yang akhirnya membuat kita
terburu-buru dalam mengerjakan tugas, dan bila tidak dapat mengendalikannya
hasilnya tidak akan memuaskan.
2. Mempunyai
masalah
Setiap
orang pasti mempunyai masalah dalam hidupnya, tetapi kita harus professional
dalam bekerja maupun dalam belajar. Jika masalah itu tak dapat dikendalikan dan
tidak dapat diselesaikan, itu akan berdampak pada hal yang sedang di kerjakan
oleh orang tersebut
3. Berhadapan
dengan atasan
Terkadang
kita sebagai manusia masih takut dengan manusia lain, bagaimana dengan atasan
kita?. Bertemu dengannya atau presentasi laporan di depannya bisa membuat kita
grogi, gugup dan tertekan. Lalu di tambah dengan di lihat oleh banyak peserta
rapat. Itu semakin mengurangi tingkat kepercayaan diri, dan menambah tekanan.
Dari
contoh tersebut, sebenarnya masih banyak lagi contoh yang lain, tetapi saya
hanya mengutip yang sekiranya paling umum dan paling sering ditemukan di sekitar
kita. Jika ada masalah, pasti ada jalan keluarnya, berikut saya berikan
beberapa cara untuk dapat tetap berpikir jernih meskipun dalam keadaan
tertekan.
1.
Anggap
sebagai tantangan, bukan ancaman
Mayoritas orang memandang situasi
penuh tekanan sebagai ancaman. Wajar saja, sebenarnya, namun hal tersebut dapat
membuat mereka bekerja dengan kurang baik. Dalam bukunya yang berjudul Performing
Under Pressure: The Science of Doing Your Best When It Matters Most,
Hendrie Weisinger dan J.P. Pawliw-Fry mengatakan bahwa memandang tekanan
sebagai ancaman hanya akan menurunkan tingkat kepercayaan diri, menimbulkan
perasaan takut gagal, mengganggu memori jangka pendek, dan mendorong perilaku
impulsif.
2.
Fokus
pada proses, bukan hasil
Cara satu ini terdengar mudah, namun
tidak banyak orang yang berhasil melakukannya secara gemilang. Dengan
mengerahkan seluruh perhatian dan tenaga pada pekerjaan di depan mata, Anda
mampu menentukan langkah-langkah penting yang harus ditempuh untuk
menyelesaikan pekerjaan tersebut. Bagi seorang mahasiswa yang mendapat tugas
menulis esai, misalnya, fokus pada proses berarti berkonsentrasi untuk menulis
esai yang mengangumkan, bukannya bingung memikirkan nilai yang ia dapatkan, apa
yang akan terjadi jika ia tidak mendapat hasil yang diharapkan, dan lain
sebagainya.
3.
Lakukan
secara perlahan
Ketika berada di bawah tekanan,
wajar jika Anda jadi berpikir lebih cepat dari biasanya. Meski begitu, usahakan
agar hal tersebut tidak terjadi. Tanpa disadari, Anda akan bergerak lebih cepat
dari biasanya, membuat Anda mengerjakan sesuatu sebelum Anda benar-benar siap.
Hasilnya, Anda tidak dapat berpikir jernih sehingga melewatkan
informasi-informasi penting. Berpikir secara cepat juga dapat menyebabkan
adanya overthinking. Akibatnya, Anda jadi tidak fokus pada proses pengerjaan di
depan mata. Solusinya, Anda harus menenangkan diri dan lakukan pekerjaan secara
perlahan. Luangkan waktu beberapa detik untuk menarik napas dan merancang
rencana. Menghilangkan segala distraksi akan membuat diri Anda memasuki fase
“flow state”, yakni tingkat konsentrasi tinggi yang biasanya membantu atlet
untuk fokus pada momen tertentu dan tetap tenang. Meskipun istilah tersebut
lebih sering digunakan di kalangan atlet profesional, flow state masih dapat
dirasakan oleh setiap orang yang sedang benar-benar fokus dengan pekerjaannya.
Hasilnya, Anda akan mampu berpikir secara lebih fleksibel, kreatif, sehingga
hasil yang didapat pun bisa sesuai ekspektasi.
4.
Dengarkan
music
Berada di bawah tekanan akan membuat
Anda mengalami anxiety, atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut dengan
gangguan kegelisahan. Mendengarkan musik mampu membantu Anda untuk mendistraksi
diri dari perasaan anxiety tersebut. Cara penerapannya pun mudah sekali.
Misalnya, Anda diharuskan untuk melakukan presentasi penting di depan jajaran
direksi dalam beberapa hari ke depan. Beberapa menit sebelum presentasi mulai,
sempatkan diri Anda untuk mendengarkan musik. Jika bingung memilih musik yang
pas, Anda bisa memilih lagu-lagu bernuansa slow yang mampu menenangkan pikiran
sekaligus meredakan detak jantung yang biasanya meningkat ketika berada di
bawah tekanan.
5.
Jangan
dipendam sendirian
Sebuah studi melaporkan bahwa
bercerita kepada orang lain tentang tekanan yang Anda rasakan telah terbukti
mampu mengurangi stres dan kegelisahan. Tidak hanya itu, kemungkinan besar
orang yang Anda ajak bicara akan memiliki feedback atau kalimat-kalimat yang
mampu membuat Anda lebih semangat dan percaya diri. Jika Anda merasakan tekanan
ketika sedang mengerjakan proyek di kantor, mungkin Anda bukan satu-satunya
orang yang merasakan hal sama. Membahas tentang perasaan tertekan tersebut akan
membuat rekan-rekan kerja Anda merasa tidak sendirian.
Dari beberapa point
diatas penulis lebih merekomendasikan pada kalian untuk melakukan point ke 3
yaitu, lakukan secara perlahan, dan point tersebut dapat berevolusi menjadi.
Ilmu Kepepet, dimana kita dapat mengerjakan tugas dengan baik dan benar saat
kita sudah mencapai tingkat ketenangan yang paling tinggi, kita dapat melakukan
Ilmu Kepepet tersebut, seperti saat saya sedang mengerjakan tugas ini
hahahahahahahah.
Sekian beberapa hint dari
saya untuk dapat Berpikir Dibawah Tekanan, semoga bermanfaat bagi kalian yang membacanya dan disampaikan kepada
kerabat dan keluarga yang sekiranya dapat menyambung ilmu pengetahuan. Terima
kasih sudah meluangkan waktu yang berharga untuk membaca artikel ini.
Komentar
Posting Komentar